Showing posts with label Merauke. Show all posts
Showing posts with label Merauke. Show all posts

Tuesday, 18 July 2017

200 Bayi Terserang Diare di Merauke, Satu Meninggal Dunia

200 Bayi Terserang Diare di Merauke, Satu Meninggal Dunia
Ilustrasi balita dan ibunya - Foto: Dok. Jubi.

Jayapura - Sekitar 200 bayi terserang diare di Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke. Kasus ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Merauke, dr Adolof Bolang. “Info yang kami peroleh, Distrik Kimaam terdiri dari 14 kampung. 14 kampung semua terserang kasus diare. Tim kesehatan dari Puskesmas sudah melayani di tujuh kampung yang dapat dijangkau. Sedangkang tujuh kampung yang medannya sulit belum terjangkau. Jumlah pasien yang dilayani semuanya bayi, sekitar 200an. Yang di rawat di Puskesmas 10 dan meninggal satu,” kata dr. Adolf Bolang melalui pesan singkatnya, Jumat (30/6/2017). Menurutnya, kasus diare ini sudah dipantau sejak tanggal 26 Juni lalu. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Aloysius Giyai mengaku belum menerima laporan tertulis terkait penyakit diare yang menyerang 200 bayi di Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke. "Sampai sekarang saya belum terima laporan dari Dinas Kesehatan Merauke terkait kasus diare di Kimaam," kata Aloysius, di Jayapura, kepada kantor berita Antara. Menurutnya, dirinya juga belum mendapatkan informasi terkait jumlah total bayi yang terserang penyakit diare di Distrik Kimaam. "Meski demikian, kami akan terus memantau perkembangan penanganan penyakit diare di distrik itu," ujarnya pula. Dia menuturkan, kini Seksi Wabah dan Bencana Dinas Kesehatan Papua memantau perkembangan pelayanan kesehatan di Kimaam. "Kami akan segera mengambil langkah ketika ada bantuan dari Dinkes Merauke untuk menangani kasus ini," katanya lagi. 




Banyak Pustu di Kampung Tanpa Tenaga Medis

Banyak Pustu di Kampung Tanpa Tenaga Medis
DPRD Merauke sedang hearing bersama Dinkes dan RSUD Merauke – Foto: Frans L Kobun. 

Merauke - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke kembali menyoroti keberadan tenaga medis baik perawat kampung atau bidan, yang tak menempati puskesmas pembantu (pustu) di kampung. Padahal, bangunan sangat bagus dilengkapi fasilitas lengkap. Anggota DPRD Kabupaten Merauke, Syarifuddin kepada Jubi Rabu (5/7/2017) mengungkapkan, dari reses yang dilakukan di beberapa kampung di Distrik Tabonji, masyarakat mengeluhkan keberadaan tenaga medis yang tak pernah ada di tempat. “Kalaupun mereka datang, hanya satu atau dua hari. Setelah itu, pergi dalam waktu lama. Akibatnya, masyarakat yang sakit, kesulitan mendapatkan pertolongan,” katanya. Untuk itu, ia meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke harus memberikan teguran keras kepada bidan maupun perawat yang jarang di tempat tugas. Kalau dibiarkan dan tak ada sanksi, otomatis bersangkutan malas tahu. “Saya kira ini hal serius yang harus segera disikapi dinkes, agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat, bisa berjalan normal kembali,” pintanya. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Adolf Bolang mengakui ada sebagian pustu belum ditempati bidan maupun perawat. Hal itu karena keterbatasan tenaga. Minimal satu pustu dua tenaga medis. “Kami sedang melakukan pembenahan secara perlahan-lahan dan tahun ini akan ada penambahan tenaga medis baru yang nantinya ditempatkan di pustu-pustu,” ujarnya.